Wednesday, 3 August 2011

Indonesia, Negara Berformalin(g)?

(AMS, opini)
Akhir-akhir ini, penyalahgunaan formalin lagi-lagi meresahkan masyarakat lantaran banyaknya temuan yang kembali dilakukan oleh para pedagang makanan.

Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya amat menusuk.Formalin dikenal sebagai bahan pembunuh hama (desinfektan) dan banyak digunakan dalam industri.

Hahh..? “Nazaruddin” Buka Puasa Bersama di Istana Negara

(AMS, opini)
SORE tadi, Rabu (3/8/2011), Presiden SBY menggelar buka puasa bersama di Istana Negara, Jakarta. Selain dihadir Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono dan Ny Herawati Boediono, buka puasa bareng ini juga dihadiri seluruh Menteri KIB II, Pimpinan Lembaga Negara, Dubes Negara Islam, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Unsur Pimpinan TNI & Polri, dan Pejabat Eselon I Kementerian serta para Direktur Utama BUMN.

Tuesday, 2 August 2011

Empat Pasangan Pilgub Gorontalo: PNS Bakal “Bertarung”

(AMS, opini)
KURSI Gubernur yang ditinggalkan Fadel Muhammad sejak terpilih sebagai Menteri Kelautan Perikanan pada Kabinet Bersatu II, memang kini sedang dilanjutkan oleh wakilnya, Gusnar Ismail. Sedangkan posisi Wakil Gubernur saat ini diisi oleh Tony Uloli.

Monday, 1 August 2011

Wahh..Marzuki Alie “pun” Minta Partai Demokrat Bubar!

(AMS, opini)
KETUA DPR RI, Marzuki Ali, secara terang-terangan menyatakan dukungannya agar KPK dibubarkan saja jika tidak ada lagi orang kredibel yang mampu memimpin lembaga pemberantasan korupsi itu.

“Kalau KPK sebagai lembaga ad hoc sudah tidak bisa dipercaya, buat apa didirikan, bubarkan saja!” demikian kalimat yang dilontarkan Marzuki Alie (Juki) belum lama ini di hadapan wartawan.

Ujian Puasa Tahun ini, Membela Presiden atau KPK?

(AMS, opini)
ULAMA kondang sejuta umat, Almarhum KH. Zainuddin MZ sebelum wafat ternyata masih sempat memberi ceramah dan menyinggung masalah yang melilit Partai Demokrat, khususnya Nazaruddin sebagai mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang kini telah berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi. Lalu belakangan, Nazaruddin “bernyanyi” dalam pelariannya dengan menyebut sejumlah nama yang juga ikut melahap uang rakyat, tak luput juga di dalamnya adalah KPK.